Port of Jumanah, Game Kolaborasi Agate dan UEA yang Bawa Petualangan Bawah Laut ke Dunia

Port of Jumanah resmi rilis sebagai game kolaborasi Agate dan Red Dunes Games, menghadirkan petualangan roguelite bawah laut di PC dan PS5.

Port of Jumanah resmi meluncur sebagai game hasil kolaborasi antara Agate dari Indonesia dan Red Dunes Games dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Game ini membawa pemain ke petualangan bawah laut dengan perpaduan aksi, eksplorasi, dan elemen roguelite.

Port of Jumanah dikembangkan oleh Red Dunes Games dan Agate, dengan Red Dunes Games sebagai penerbit. Game ini telah dirilis secara global pada September 2026 dan tersedia untuk PC serta PlayStation 5.

Mengambil Latar Dunia Bawah Laut

Dalam Port of Jumanah, pemain berperan sebagai Mansour, seorang penyelam mutiara yang terjebak dalam perjalanan untuk menghadapi berbagai kejadian aneh di bawah laut.

Game ini menggunakan perspektif 2.5D dengan pertarungan yang cepat. Pemain dapat menjelajahi berbagai lingkungan laut, menemukan harta karun, menghadapi makhluk laut, serta bertemu dengan karakter dan musuh yang tidak terduga.

Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana game ini menggabungkan dunia bawah laut dengan unsur komedi. Bahkan pemain bisa merekrut sejumlah karakter untuk membantu perjalanan, termasuk seekor kucing.

Terinspirasi Tradisi Penyelaman Mutiara

Port of Jumanah juga memiliki latar budaya yang cukup berbeda dari banyak game roguelite lainnya. Dunia dalam game ini terinspirasi dari tradisi penyelaman mutiara di kawasan Teluk Arab. Unsur tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam lingkungan, karakter, cerita, dan mekanik permainan.

Kolaborasi Agate dan Red Dunes Games bukan sekadar kerja sama dalam satu game. Port of Jumanah merupakan salah satu dari tiga proyek yang dikerjakan oleh kedua studio, sementara dua proyek lainnya direncanakan menyusul pada 2027.

Setiap Ekspedisi Bisa Berbeda

Sebagai game dengan elemen roguelite, perjalanan Mansour tidak selalu berjalan dengan pola yang sama. Pemain akan menjelajahi wilayah laut, mengumpulkan sumber daya, memperoleh perlengkapan, membuka kemampuan baru, dan menghadapi berbagai tantangan selama ekspedisi.

Hasil dari perjalanan tersebut kemudian dapat digunakan untuk meningkatkan perlengkapan serta membantu memulihkan Pelabuhan Jumanah. Seiring perkembangan pelabuhan, pemain dapat menemukan karakter, fasilitas, dan pilihan baru yang memengaruhi perjalanan berikutnya.

Dikembangkan Bersama Talenta Indonesia

Kolaborasi ini juga melibatkan cukup banyak talenta dari Indonesia. Menurut laporan yang mengutip pihak Agate, pengembangan Port of Jumanah berlangsung sekitar 18 bulan. Agate melibatkan tim inti sekitar 20 orang dan lebih dari 60 talenta Indonesia dari berbagai bidang, termasuk desain, programming, art, audio, quality assurance, hingga marketing.

Sebelum versi penuh dirilis, Port of Jumanah juga sudah diperkenalkan melalui demo sejak Mei 2026. Demo tersebut mendapat perhatian dari lebih dari 100 kreator dari lebih dari 18 negara dan menghasilkan lebih dari 100 ribu penayangan di berbagai platform.

Bisa Dimainkan di PC dan PS5

Port of Jumanah saat ini tersedia di PC melalui Steam dan Epic Games Store, serta PlayStation 5 melalui PlayStation Store. Game ini juga menyediakan bahasa Indonesia sebagai salah satu pilihan bahasa antarmuka dan subtitle.

Di Steam, Port of Jumanah tercatat dirilis pada 7 September 2026. Sementara itu, halaman PlayStation juga mencantumkan versi PS5 dengan tanggal rilis yang sama.

Bagi gamer Indonesia, Port of Jumanah menjadi salah satu contoh bagaimana studio lokal bisa terlibat dalam produksi game bersama pengembang internasional dan membawa sebuah proyek ke pasar global.